Tak hanya beribadah, rutinitas lain yang sering dilakukan ketika Imlek ialah berkumpul bersama dengan keluarga besar. Selain bertukar kabar, tidak jarang pertemuan ini dijadikan sebagai momen untuk makan besar. Bila membicarakan mengenai makanan, ada begitu banyak kuliner lezat yang disajikan ketika acara besar ini, salah satu kue yang mudah ditemukan adalah mooncake. Mooncake atau kue bulan mungkin tidak asing di telinga Anda, memiliki rasa yang lezat dan menggoyang lidah, ternyata dibalik hal tersebut, mooncake memiliki sejarah yang cukup panjang. Berikut ulasannya.

Awal Mula Mooncake

Awalnya, mooncake muncul dari sesajian yang digunakan untuk leluhur saat musim gugur. Dulunya, mooncake seperti bukan menjadi makanan wajib saat tahun baru, namun makanan wajib ketika festival kue bulan. Perayaan ini biasanya dilakukan di hari kelima belas delapan kalender Tionghoa, tepatnya sekitar bulan Oktober atau September. Festival ini dilakukan untuk meneruskan tradisi persembahan serta penghormatan leluhur saat musim gugur yang telah turun temurun dilakukan oleh masyarakat Tionghoa, dan mooncake inilah yang digunakan sebagai sajian utama.

Legenda Dewi Bulan

Tak hanya digunakan untuk persembahan pada leluhur sebagai sebuah ucapan terima kasih, namun terdapat kisah lain yang berkaitan dengan Dewi Bulan. Konon, ada seorang pemanah yang memiliki nama Hou Yi. Ia berhasil memanah 9 dari 10 matahari yang membuat bumi kekeringan dan panas.

Karena keberhasilannya tersebut, Dewi Surga Barat memberi pil keabadian padanya, namun ia memilih menyimpannya agar dapat hidup bersama dengan sang istri Chang Er. Suatu saat, ada seseorang yang memaksanya memberi pil keabadian tersebut, untuk menjaga amanat dari suaminya, ia pun meminum pil tersebut, namun ternyata pil ini membuatnya terbang ke bulan. Untuk menghormati pengorbanan yang ia lakukan, dibuatlah mooncake atau kue bulan.

Isi Kue Bulan yang Beraneka Ragam

Ketika pertama melihatnya, mooncake mungkin mirip dengan pia, bukan hanya bagian luarnya, tetapi bagian dalamnya pun juga begitu lembut. Untuk varian isinya cukup beragam. Awalnya, kue ini identik dengan kacang merah, cokelat, kacang hijau dan keju, sekarang ada begitu banyak varian isi yang cukup unik mulai dari menggunakan isian ikan, durian, daging, es krim. Bagaimana dengan rasa yang dimiliki? Untuk masalah rasa, Anda tak akan rugi saat sudah mencobanya.

Bentuk Mooncake yang Juga Mengalami Perubahan

Selain rasa isian yang dimilikinya, bentuk mooncake juga mengalami perubahan. Mungkin dulunya, kita hanya menemukan mooncake dengan bentuk yang itu-itu saja. Kue yang dibuat dari tepung gandum dan gula ini sekarang mengalami perubahan bentuk sesuai dengan perkembangan zaman. Kita dapat menemukan mooncake dengan bentuk segitiga, hingga kotak. Bahkan, sekarang banyak mooncake yang dibentuk dengan warna-warna cantik seperti merah, pink, hijau hingga biru. Perbedaan bentuk mooncake dari dulu hingga sekarang ini tak merubah kelezatan yang dimilikinya, sehingga Anda tak perlu khawatir rasanya akan berubah.

Apakah Mooncake Hanya Boleh Dinikmati Ketika Terdapat Perayaan?

Meskipun mooncake identik dengan perayaan, namun Anda tak perlu menunggu salah satu perayaan Tionghoa untuk menikmati mooncake. Sekarang ini mooncake banyak dijual bebas, baik secara offline atau pun secara online. Selain digunakan sebagai camilan ketika berkumpul bersama dengan keluarga, Anda juga dapat menjadikan mooncake sebagai bingkisan keluarga, pasangan hingga teman dekat. Untuk masalah harganya pun juga beragam, bergantung dari merek, bentuk dan rasa yang ditawarkan.